Senin, 26 Sep 2022
  • SDIT Thariq Bin Ziyad Membangun Pribadi Shaleh dan Cerdas
TUTUP MENU

Sambut 1 Muharram 1444 H, Ust Efendi, Lc : Muharram Salah Satu Bulan Mulia Dan Utama, Jangan Tinggalkan Puasa Asyura.

Bekasi(28/07)- Tidak lama lagi umat muslim diseluruh dunia akan memasuki tahun baru dalam kalender hijriah yaitu 1 Muharram 1444 H. Berikut adalah tausyiah dalam menyambut 1 Muharram 1444 H yang disampaikan oleh Manajer Al-Qur’an LPIT TBZ yaitu Ust. Efendi, Lc.

Bismillahirrahmanirrahim. Assalamulaikum Warohmatullahi Wabarakatuh.

Bersyukur kepada Allah SWT dengan mengucapkan Alhamdulillah dan bersholawat kepada baginda Rasullullah SAW dengan mengucapkan Allahumma Sholli Wassalim A’la Sayyidina Muhammad Wa a’la alihi wa ashabihi Ajmain.

Allah SWT menciptakan makhluknya dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebagai contoh, Masjidil Haram. Apabila sholat satu rakaat didalamnya maka pahalanya akan dilipatgandakan seperti sholat 100.000 rakaat di masjid lainnya. Masjid nabawi/masjid nabi, jika sholat satu rakaat didalamnya maka pahalanya dilipatgandakan seperti 1000 rakaat di masjid lainnya. Masjidil Aqsha, jika sholat satu rakaat didalamnya, maka pahalanya akan dilipatgandakan seperti 500 rakaat di masjid lainnya. Ini tentang masjid.

Begitupula waktu, dalam sehari ada waktu yang dimuliakan Allah SWT yaitu sepertiga malam. Karena mulianya sepertiga malam ini hingga apabila ada seorang hamba yang berdo’a maka Allah akan malu jika tidak mengijabah (mengabulkan) do’anya. Dalam sepekan ada satu hari yang dimuliakan Allah yang disebut sayyidul ayyam yaitu hari Jum’at.

Begitu pula dalam kalender hijriah. Ada beberapa bulan yang dimuliakan Allah SWT. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat At-Taubah ayat 36 :

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا

تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

“Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa”.

Dalam ayat ini Allah menetapkan dari 12 bulan, ada empat bulan yang dimuliakan Allah yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram (Ketiga bulan berurutan) dan satu lagi adalah bulan Rajab. Sebentar lagi umat islam akan kedatangan bulan yang mulia diawal tahun kalender hijriah yaitu bulan Muharram.

Bagaimana kemuliaan Muharram dan amaliyah apa yang disunahkan dikerjakan pada bulan Muharram ?

Hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim :

فْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّي

“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah (berpuasa) pada bulan Allah yang mulia (Muharram) dan sholat yang paling utama setelah sholat wajib adalah sholat malam (HR Muslim).

Dalam bulan Muharram ada puasa yang disunnahkan, bahkan puasa tersebut disebut mulia setelah perintah puasa Ramadhan. Puasa di bulan Muharram dinamakan puasa Asyura. Asyura diambil dari kata Asyara artinya kesepuluh. Olehkarenanya, disunahkan berpuasa di hari kesepuluh bulan Muharram. Puasa 10 Muharram (Asyura) dilatarbelakangi oleh kejadian besar yaitu diselamatkannya Nabi Musa beserta pengikutnya dari kejaran Fir’aun dan tentaranya. Pada tanggal itu pula, Fir’aun dan tentaranya ditenggelamkan oleh Allah SWT. Maka sebagai wujud rasa syukur, nabi Musa berpuasa ditanggal tersebut. Salah satu keutamaan puasa asyura adalah dihapuskannya dosa satu tahun yang lalu.

Baca juga : Hikmah Jum’at : Musafir

Baca juga : Berqurban, Sarana Belajar Santri dalam Bermasyarakat

Ketika Nabi SAW datang ke Madinah dan mengetahui orang Yahudi juga berpuasa di tanggal 10 Muharram kemudian beliau berkata,  “Kita seharusnya lebih berhak dan lebih utama mengikuti Musa daripada kalian.” (HR. Muslim). Kemudian untuk menyelisihi kaum Yahudi dan ahlul kitab maka beliau mencontohkan untuk berpuasa juga di tanggal 9 Muharram (tasu’a) dan 11 Muharram.

Demikian keutamaan dari bulan Muharram, semoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan kita semua diberikan kemudahan dalam mengamalkannya.

Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarakatuh

Sumber : Ust. Efendi, Lc (Manajer Al-Qur’an LPIT Thariq Bin Ziyad)

Simak video : Tausyiah menyambut 1 Muharram 1444 H oleh Ust. Efendi, Lc

KELUAR